Apa Perbedaan Gerd dan Maag? Ini Penjelasan Dokter Selengkapnya

Sering disamakan padahal perbedaan gerd dan maag cukup signifikan meski memiliki kemiripan gejala. Gejala yang mirip tersebut adalah ketidaknyamanan akibat timbulnya nyeri di dada. Munculnya nyeri ini biasanya disebabkan setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Meski demikian, keduanya perlu diwaspadai dan sedari dini perlu dicegah.

Bagi yang belum kenal, gerd merupakan suatu kondisi dimana asam lambung meningkat sehingga timbul nyeri ulu hati disertai rasa terbakar pada dada. Gerd ini membuat lingkaran otot (lower esopagheal sphincter) tidak berfungsi maksimal. Gerd ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya obesitas, stres, konsumsi obat tertentu, hingga karena keturunan.

Sedangkan maag merupakan suatu kondisi dimana asam lambung meningkat dan membuat rasa tidak nyaman pada bagian perut atas. Biasanya maag ini terjadi karena pola hidup tak sehat, mengonsumsi obat tertentu secara berlebihan, stress, dan masih banyak lainnya. Dalam kondisi parah, maag ini bisa menimbulkan komplikasi atau munculnya penyakit lain.

Dari sini pun sudah sangat jelas jika perbedaan gerd dan maag sangatlah banyak meski dilihat dari gejala memiliki kemiripan. Lantaran berbeda tentu penanganannya pun juga berbeda. Sehingga ketika Anda merasakan gejala seperti di atas sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter untuk diketahui apakah itu maag atau gerd.

 

Lebih Bahaya Mana, Gerd Atau Maag?

Jika dibandingkan, gerd memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi daripada maag. Pasalnya pada penderita gerd di bagian dada terasa seperti terbakar hingga susah untuk makan. Sementara maag hanya membuat penderitanya merasa tidak nyaman akibat nyeri di bagian lambung dan itu bisa langsung sembuh ketika minum obat tertentu.

Menurut DrZuhdy.com, penderita gerd seringkali merasakan nyeri tidak hanya bagian dada melainkan di organ lain. Seperti halnya telinga dan tenggorokan. Bahkan penderitanya pun juga akan mengalami batuk dan serak yang terus menerus. Sehingga dapat disimpulkan jika gerd ini memiliki gejala yang cukup kompleks dan harus ditangani langsung oleh dokter.

Dalam memberikan obat pun, antara gerd dan maag juga berbeda penanganannya. Perbedaan gerd dan maag dalam hal pengobatan ini jelas merujuk pada gejala serta risiko yang ada. Semakin kompleks gejala yang timbul maka makin sulit pula penanganannya. Serta semakin kronis maka semakin kecil pula peluang penderita untuk sembuh total.

Meski demikian, tidak ada kata terlambat. Selama Anda memiliki keinginan kuat untuk sembuh, maka peluang tersebut tetaplah terbuka lebar. Hanya saja Anda harus bersabar mengingat pengobatan yang dilakukan membutuhkan waktu lama. Serta harus menaati segala anjuran dari dokter termasuk pantangan yang harus dihindari.

 

Diagnosis Hingga Pengobatan Gerd dan Maag

Seperti yang telah disinggung sebelumnya jika perbedaan gerd dan maag juga termasuk dalam hal pengobatan. Meski demikian, keduanya bisa dideteksi dengan endoskopi atau sebuah tabung panjang yang dilengkapi dengan lampu serta kamera di bagian ujungnya. Dengan alat inilah dapat diketahui pasti penyebab meningkatnya asam lambung. Apakah karena gerd atau maag.

Untuk kasus gerd, pengobatan yang dilakukan dimulai dengan menerapkan pola hidup sehat. Termasuk mengganti semua menu makanan hingga rutin berolahraga, berhenti merokok, tidur cukup dan masih banyak lainnya. Sementara untuk maag dalam taraf ringan bisa sembuh dengan mengonsumsi obat tertentu.

Pada hakikatnya antara gerd dan maag berawal dari penerapan hidup tak sehat. Ketika Anda terus-menerus melakukannya tentu gerd dan maag tersebut semakin parah dan akan sulit untuk mengobatinya hingga sembuh. Oleh karena itu, penting mengetahui perbedaan gerd dan maag untuk kemudian dilakukan pencegahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *