Presiden Brasil Setop Penyelidikan Permasalahan Korupsi Terbesar

Salah satu investigasi korupsi terbanyak dalam sejarah Brasil yang diketahui dengan” Pembedahan Mencuci Mobil” formal dihentikan pada Senin( 1/ 2) sehabis 7 tahun berlangsung.

Penghentian penyelidikan itu sudah diutarakan Presiden Jair Bolsonaro pada Oktober kemudian yang dinilai kurang berpihak pada gerakan anti- korupsi Brasil.

” Pembedahan Mencuci Mobil aku akhiri sebab tidak terdapat lagi korupsi di pemerintahan,” kata Bolsonaro semacam dilansir AFP.

Ironisnya, penghentian penyelidikan itu dicoba Bolsonaro kala beberapa anggota keluarga serta orang bundaran dalamnya terjerat skandal korupsi Kabar Baruku .

Pembedahan Mencuci Mobil sukses melengserkan presiden, gubernur, politikus, sampai pengusaha Brasil.

Penyelidikan tersebut dinamakan Pembedahan Mencuci Mobil sebab awal kali terkuak di suatu tempat pencucian mobil di Brasilia.

Awal mulanya penyelidikan dibuka buat mengungkap skandal pencucian duit di industri minyak pelat merah raksasa Brasil, Petrobas.

Tetapi, skandal pencucian duit nyatanya meluas sampai menyeret paling tidak 11 negeri Amerika Latin.

Sebagian pejabat yang terjerat skandal korupsi serta terletak dipenjara itu antara lain terdiri dari mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva; mantan Presiden Peru, Alejandro Toledo; mantan Presiden Panama, Ricardo Martinelli; sampai pejabat eksekutif Petrobas, Odebrecht, serta sebagian firma yang lain.

Sepanjang ini, sebanyak 174 orang di Brasil serta paling tidak 12 presiden serta mantan presiden sebagian negeri Amerika Latin telah dihukum akibat keterlibatan mereka dalam pencucian duit.

Sepanjang 7 tahun beroperasi, Pembedahan Mencuci Mobil sukses menghembalikan US$790 juta ke kas negeri Brasil.

Kantor Jaksa Agung Brasil pula mengumumkan dekat US$2, 8 miliyar duit yang dikorupsi pula tengah dalam proses buat dipulangkan ke negeri.

Nahasnya, Pembedahan Mencuci Mobil juga terjerat skandal sendiri.

Pada 2019, suatu web website investigasi menerbitkan obrolan telepon yang diretas antara kepala hakim penyelidikan Pembedahan Mencuci Mobil, Sergio Moro, dengan mantan Presiden Lula da Silva.

Dalam obrolan itu terungkap kalau moro bersekongkol dengan para jaksa supaya senantiasa membiarkan Presiden Lula da Silva mencalonkan diri dalam pemilihan universal 2018.

Dikala itu, Lula da Silva ialah politikus sangat terkenal di Brasil.

Baca Juga : Toilet Tanpa Air – Yang Dibutuhkan Dunia Ketiga Sekarang

Tetapi, pada kesimpulannya, Moro memenjarakan Lula da Silva atas tuduhan ikut serta pencucian duit dalam Pembedahan Mencuci Mobil.

Moro lalu secara kontroversial menerima jabatan menteri kehakiman di dasar Bolsonaro pada 2019 kemudian.

Tetapi, ikatan keduanya memburuk sampai kesimpulannya pada April 2020 kemudian, Moro melaporkan mengundurkan diri dari kabinet Bolsonaro sehabis menuding si presiden mencampuri penyelidikan polisi federal terpaut beberapa permasalahan korupsi.

Skandal itu menodai citra Moro serta beberapa jaksa dalam Pembedahan Mencuci Mobil yang pernah secara luas dihormati bak pahlawan tanpa rasa khawatir di Brasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *